VARIETAS PADI TOLERAN KEKERINGAN, RENDAMAN, SALINITAS, DAN TAHAN HAMA PENYAKIT UTAMA


Highlight !

Balitbangtan telah melepas sejumlah varietas unggul padi yang toleran terhadap dampak perubahan iklim.

Balitbangtan telah melepas sejumlah varietas unggul padi yang toleran terhadap dampak perubahan iklim. Varietas unggul padi yang telah teruji toleransinya terhadap kekeringan diantaranya: Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 8, dan Inpago Lipigo 4. Varietas toleran rendaman meliputi Inpari 29, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpara 4, Inpara 5, dan toleran salinitas adalah varietas Inpari 34 dan Inpari 35.

 

Padi yang relatif toleran terhadap kekeringan pada padi sawah irigasi varietas Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, dan Inpari 20 dengan potensi hasil 8,0-9,5 t/ha. Keempat varietas unggul ini tahan terhadap hama wereng batang coklat (WBC) dan penyakit hawar daun bakteri (HDB).

 

Berbeda dengan varietas Inpari lainnya, Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan toleran terhadap salinitas pada fase bibit. Keunggulan lainnya dari kedua varietas ini adalah berdaya hasil tinggi, mencapai 9,5 dan 9,6 t/ha, tahan penyakit blas yang kini juga telah mulai merusak pertanaman padi sawah di beberapa daerah, dan agak tahan terhadap hama WBC. Padi rawa pasang surut varietas Inpara 5 toleran salinitas, potensi hasil 7,2 t/ha.

 

Balitbangtan juga menghasilkan padi varietas Inpari 9 Elo yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro dengan potensi hasil 9,3 t/ha. Varietas Inpari 15 Parahiyangan tahan penyakit blas ras 033 dengan potensi hasil 7,5 t/ha. Padi unggul varietas Inpari 28 Kerinci tahan terhadap penyakit hawar daun patotipe III dengan potensi hasil 9,5 t/ha.

 

Pada musim penghujan petani tidak usah kawatir dengan banjir pada areal sawahnya, karena Balitbangtan menciptakan padi varietas Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub 1 dapat dikembangkan pada lahan sawah irigasi rawan banjir masing-masing dengan potensi hasil 9,5 t dan 9,6 t/ha.