Program SANTUN Merangkul Seluruh PPL Tingkat Provinsi Jawa Timur


Highlight !

CropLife Indonesia mengadakan kegiatan TOT (Training of Trainers) pada program SANTUN dengan tema Praktik Pertanian dan Penggunaan Pestisida yang Baik, Aman dan Ramah Lingkungan. 

Malang (25/4). Ada yang berbeda dari kegiatan TOT program SANTUN (Solusi Cara Banyak Untung) kali ini. Kegiatan yang biasanya berfokus pada PPL tingkat daerah, kali ini menyasar pada PPL seluruh provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh 50 orang dari berbagai Kabupaten pada hari Rabu (25/04/2018) di Hotel Atria, Kota Malang, dengan menitikfokuskan tema Praktik Pertanian dan Penggunaan Pestisida yang Baik, Aman dan Ramah Lingkungan. Karena selama ini, aplikasi pestisida yang tidak rasional merupakan salah satu kelemahan dalam produksi bawang merah di Indonesia. Selain mengakibatkan biaya produksi yang tinggi, keuntungan minim dan efek buruk bagi ekosistem, penggunaan pestisida yang tidak tepat guna akan mengakibatkan gangguan kesehatan petani.

 

Program edukasi SANTUN yang digawangi oleh CropLife Indonesia dan PRISMA (Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture) telah banyak bekerjasama dengan Dinas Pertanian di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Selama kurun waktu 2017, SANTUN telah menyentuh sekitar 279 petugas penyuluh pertanian dan lebih dari 51.000 petani terutama komoditas Bawang merah. Kegiatan ini juga telah melibatkan KARSA, sebuah platform aplikasi pertanian berbasis android untuk ikut mempublikasikan dan menyebarkan informasi ke seluruh Indonesia. SANTUN telah sukses diselenggarakan di beberapa kota diantaranya; Probolinggo, Nganjuk, Kediri, Bojonegoro, Bima, dan Lombok Timur dalam bentuk edukasi kepada PPL (Petugas Penyuluh Lapang) dan POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) dalam sesi TOT (Training of Trainers) dan kepada petani yang dikemas dalam bentuk expo. 

 

 

"Kampanye pengendalian hama dan penyakit terpadu adalah bentuk kepedulian CropLife terhadap petani bawang di Indonesia, dimana kami sebagai asosiasi dari delapan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pestisida dan benih di Indonesia bertanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang penggunaan pestisida yang tepat guna sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman (stewardship). Kampanye ini sekaligus juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para petani dan toko tani akan bahayanya produk pestisida palsu,"kata Executive Director CropLife Indonesia Agung Kurniawan.

 

 

"Edukasi tentang pengendalian hama dan penyakit terpadu perlu menjadi prioritas bagi semua pengusaha bisnis pestisida karena bisnis pertanian tidak hanya pada keuntungan semata namun tetap memperhatikan kelestarian ekosistem, faktor kesehatan dan kesinambungan bisnis dengan para petani," tambahnya.

 

 

Pentingnya pemahaman mengenai praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practice) dan praktik penggunaan pestisida yang baik dan aman (Good Pesticide Practice) menjadi salah satu kunci  untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mewujudkan nawacita pemerintah dalam upaya mencapai swasembada dan ketahanan pangan nasional. Edukasi mengenai manajemen penanggulangan hama dan penyakit tanaman, penggunaan produk pestisida, pemahaman lebel dan anti pemalsuan produk menjadi topik hangat yang dibawakan dalam kegiatan pelatihan ini. Selain itu, penjelasan mengenai pentingnya penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) bukan hanya pada saat menyemprot, tetapi juga pada saat melakukan aktivitas lain yang kontak dengan pestisida. Materi lain yang juga dibahas adalah mengenai 5 aturan penggunaan produk perlindungan tanaman (5 Golden Rules) meliputi pemahaman label, kerjakan dengan hati-hati, merawat sprayer, menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan kenakan alat pelindung sesuai anjuran.

 

 

Nurhadi, petugas POPT Malang yang merupakan peserta kegiatan ini mengatakan, "kegiatan ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan menambah pengetahuan khususnya untuk menanggulangi masalah serangan hama. Pengetahuan petani mengenai gangguan hama dan penyakit tidak sebanding dengan permasalahan yang ada di lapang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, menjadi media informasi tambahan bagi kami untuk diteruskan kepada petani," ungkapnya.

 

 

Rangkaian kegiatan SANTUN selanjutnya akan berlangsung di wilayah Kabupaten Malang dan Banyuwangi yang menyasar langsung kepada petani berupa edukasi lapangan yang dikemas dalam bentuk expo. Harapannya jumlah petani yang mendapat edukasi semakin banyak sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanamannya.