Kelas Pestisida Untuk Jurnalis – Praktik Pertanian Dan Praktik Penggunaan Pestisida Yang Baik


Highlight !

CropLife Indonesia menggelar kelas pestisida dalam rangka meningkatkan informasi kepada awak media mengenai tata kelola pertanian yang baik, yang kini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. 

Kamis (22/3). CropLife Indonesia terus berupaya untuk mendukung nawacita pemerintah dalam mencapai swasembada dan ketahanan pangan. Salah satu strategi unik yang dilakukan yaitu dengan menggelar kelas pestisida dalam rangka meningkatkan informasi kepada awak media mengenai tata kelola pertanian yang baik, yang kini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Kelas pestisida kedua dilaksanakan pada Kamis (22/03/2018) di Hotel Aston dengan mengusung tema "Praktik Pertanian dan Praktik Pestisida yang Baik". Kegiatan dihadiri oleh media, baik media nasional maupun pertanian, dan Ahli pestisida dari IPB sekaligus Ketua Team Teknis Ahli Komisi Pestisida, Prof.Dr.Ir Dadang M.Sc turut hadir sebagai pembicara. "Kegiatan ini diharapkan mendorong media dalam memberikan akses edukasi dan melakukan penyebaran informasi yang tepat dan akurat kepada petani" ujar Agung Kurniawan, Executive Director CropLife Indonesia.

 

Masalah yang seringkali terjadi pada petani adalah sering menghadapi biaya produksi yang tinggi dan terancam mengalami kegagalan panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Hal ini karena petani masih kurang memiliki pengetahuan mengenai praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practice) dan praktik penggunaan pestisida yang baik (Good Pesticide Practice). Praktik penggunaan pestisida di Indonesia cukup mengkhawatirkan, diketahui bahwa biaya pestisida pada beberapa komoditas pertanian, seperti bawang merah, cabai, kentang, kubis, padi, tomat dan bawang daun bisa mencapai 20% – 35%. Hal tersebut yang membuat CropLife Indonesia bersama para anggotanya memiliki rasa tanggung jawab untuk memberikan pemahaman dan yang selalu mengedepankan keselamatan petani dan dasar pengetahuan dalam aplikasi penggunaan produk perlindungan tanaman/ pestisida.

 

Prof. Dadang dalam materinya menegaskan bahwa pemerintah juga mengatur pestisida mulai dari pendaftaran, pengawasan pengadaan, peredaran dan penggunaanya seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No.12 Tahun 1992. "Pengetahuan dan keahlian dalam aplikasi pestisida sangat diperlukan untuk mendapatkan keefektifan dan keamanan dalam aplikasi" pungkasnya.

 

Pengelolaan pestisida termasuk di dalamnya mekanisme dan regulasi yang merupakan komponen penting dalam industri produk perlindungan tanaman. Hal ini karena berhubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan pangan dunia. CropLife International dan semua afiliasinya termasuk CropLife Asia dan CropLife Indonesia mendukung kegiatan dan misi FAO yang merupakan organisasi pangan dan pertanian dunia dalam memberikan standard regulasi terhadap industri pestisida, khususnya di ASEAN.

 

"Rekomendasi dan harmonisasi diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan regulasi yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan standar dari Produk Perlindungan Tanaman yang akan digunakan oleh petani di Indonesia" pungkas Prof. Dadang. Antusiasme peserta sangat terlihat hingga acara berakhir dan ditutup dengan foto bersama.